Selasa, 30 April 2013

Bantuan Untuk Henti Jantung Anak


Henti jantung merupakan kedaruratan yang dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak. Berbeda dengan orang dewasa yang biasanya mengalami henti jantung karena masalah pada jantungnya sendiri, anak-anak biasanya mengalami henti jantung karena masalah lain; misalnya karena gangguan pernapasan dan asidosis, yang akhirnya mengakibatkan henti jantung.Sejak metode bantuan hidup lanjut anak-anak diperkenalkan pada akhir tahun 1980-an hingga tahun 2006, anak-anak yang berhasil selamat setelah mengalami henti jantung di luar rumah sakit meningkat dari 9% menjadi 27%. Namun angka untuk kejadian henti jantung di rumah sakit masih tetap rendah, yaitu sekitar 9%.
Bantuan hidup dasar (basic life support) merupakan langkah-langkah yang perlu dilakukan terlebih dahulu saat menemukan anak tidak sadar, tidak bernapas, dan tidak teraba denyut nadi.Mekanisme bantuan hidup dasar pada anak sebagai berikut:
  1. Penolong 1 melakukan kompresi dada, frekuensi 100 kali per menit atau lebih, dengan kedalaman minimal 1/3 dinding dada (4 cm untuk bayi atau 5 cm untuk anak).
  2. Penolong 2 melakukan ventilasi dengan kantong udara dan masker. Ventilasi sangat penting pada penderita henti jantung anak-anak.
  3. Resusitasi harus terus dilakukan kedua penolong, dan hanya boleh berhenti saat mengamankan jalan napas, memeriksa irama jantung, memindahkan penderita, atau apabila seluruh penolong yang ada sudah kelelahan sehingga tidak dapat melanjutkan resusitasi.
  4. Kedua penolong wajib mencari penolong lain untuk membantu mencari bantuan medis; agar defibrilator, akses pembuluh darah, pemberian obat dapat dimungkinkan untuk anak tersebut.
Setelah bantuan hidup dasar diberikan kepada penderita henti napas dan henti jantung, bantuan hidup lanjutan tetap harus diberikan untuk memastikan keselamatan penderita. Di sini, apakah defibrilasi akan diberikan atau tidak, sangat tergantung pada monitor irama jantung penderita. Obat-obatan yang akan diberikan oleh tenaga medis juga sangat tergantung pada keluaran setelah satu langkah bantuan hidup lanjut.
Read more »»  

Senin, 29 April 2013

Obat Tradisional Bagi Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang telah memakan banyak korban. Penyakit ini tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Ia menyerang siapa saja yang tidak memperdulikan kesehatan jantung. Menjaga jantung tetap sehat adalah hal yang paling utama dalam kehidupan, karena jantung merupakan pusat dari peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh.
 
Selain dengan mengatur pola makan yang sehat, rutin berolahraga, menghindari kebiasaan buruk, kita juga dapat mengkonsumsi obat - obatan tradisional untuk mencegah terserang penyakit jantung serta menjadi pertolongan pertama untuk serangan jantung.
 
Berikut adalah beberapa jenis obat tradisional yang dapat kita konsumsi sehari - hari:
  1. Kulit buah manggis. Dapat dikonsumsi dengan daging buahnya atau dibuat jus setiap hari.
  2. Ambil kangan hijau ½ gelas. kemudian rebus kacang hijau tersebut dengan volume air tiga gelas hingga airnya berkurang menjadi ¾ nya. Biarkan sampai dingin kemudian saring ambil airnya, Minum air ramuan tersebut sekaligus dan kacangnya dimakan selama tiga kali sehari.
  3. Ambil pulai pundak 1 jari. Cara mengolahnya : cuci sampai bersih bahan tersebut dan potong-potong menjadi beberapa bagian. Rebus dengan volume air 3 gelas hingga airnya berkurang menjadi ¼ nya. Biarkan hingga hangat suam-suam kuku lalu minum dengan madu sedikitnya diminum tiga kali sehari dengan dosis sekali minum ½ gelas.
  4. Ambil daun maja tiga lembar, daun sambung tiga lembar dan madu murni secukupnya. Cara mengolahnya daun maja dan sembung ditumbuk sampai halus, Selanjutnya seduh dengan air panas satu gelas, kemudian saring ambil airnya dan beri madu murni. Minum tiga kali sehari.
  5. Ambil akar tebu hitam 30 gram (cuci sampai bersih) dan ½ liter air bersih. Cara mengolahnya : Rebus air hingga mendidih, Kemudian masukkan akar tebu hitam selama kurang lebih 10 menit, angkat. Endapkan dahulu agar akar tebu hitam tersebut berada pada dasar gelas, kemudian minum air ramuan tersebut selama tiga kali sehari.
  6. Ambil air liur bekicot, kencur seruas ibu jari dan bula batu 1,5 cm. Cara mengolahnya : Tumbuk sampai halus kencur dan gula batu, kemudian campurkan dengan air liur bekicot, selanjutnya diminum ramuan tersebut selama satu minggu.
Read more »»  

Sabtu, 27 April 2013

Mitos Detak Jantung

Kadang denyut nadi anda tiba-tiba bertambah kencang tanpa alasan yang jelas. Mungkin jantung anda berdegup kencang. Mungkin tampak berdebar atau kelewatan satu detakan. Saat itu terjadi, mungkin Anda akan berpikir, apakah ini normal?
Ini bisa jadi sebuah pertanyaan yang membingungkan, terutama jika Anda tidak tahu fakta-fakta seputar detak dan irama jantung. Berikut adalah lima mitos umum:
 1: Detak jantung tak menentu berarti Anda mengalami serangan jantung.
Jika ada detak yang sesekali terasa terlewatkan, atau jantung terasa terpacu dan melambat tanpa alasan yang jelas belakangan ini, atau perasaan berdebar-debar menjadi cukup sering, maka sensasi-sensasi ini mungkin mengarah ke irama jantung yang abnormal (aritmia).
 Sebagian besar aritmia tidak bersifat mengancam, namun ini bukan bermakna bahwa Anda bisa mengabaikan keberadaannya. Beberapa jenis aritmia meningkatkan risiko stroke, gagal jantung dan kematian tiba-tiba. Jadi adalah tindakan bijak untuk melakukan konsultasi dengan dokter anda jika ada dirasakan detak jantung yang tidak menentu (khususnya jika baru terjadi atau sering terjadi) – bahkan jika tidak ada gejala-gejala yang mengganggu sekalipun. Aritmia dapat memengaruhi serambi-serambi jantung (atria) atau – lebih buruk lagi, namun lebih jarang – bilik-bilik jantung (ventrikel). Aritmia atrial yang paling paling sering – fibriliasi atrial – menyebabkan jantung berdetak tidak beraturan, dan membuat kemungkinan stroke menjadi lebih tinggi. Fibrilasi atrial seringkali menyebabkan detak jantung yang semakin cepat, namun juga bisa menyebabkan detak jantung melambat atau tidak berubah sama sekali. Pemeriksaan EKG dapat membantu mendiagnosis fibrilasi atrial.
2: Nadi yang cepat berarti Anda tertekan.
Stres dapat meningkatkan denyut jantung istirahat anda, terkadang menukik hingga melebihi 100 kali per menit, sebuah kondisi yang dikenal dengan takikardia. Namun merokok atau mengonsumsi kafein berlebihan juga bisa menyebabkan ini. Demikian juga halnya dengan dehidrasi, demam, anemia, dan penyakit tiroid.Jika tidak ada penyebab yang jelas, setiap orang yang mengalami takikardia saat beristirahat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Bahkan detak jantung yang berada di ambang batas atas normal bisa menandakan adanya masalah kesehatan.
Detak jantung istirahat, bisa Anda ukur melalui denyut nadi anda ketika dalam kondisi rileks dan tidak melakukan aktivitas yang membebani tubuh secara berlebihan sesaat sebelumnya. Frekuensi denyut nadi yang baik adalah tidak melebihi  rerata 85 kali per menit. Namun jika denyut nadi istirahat anda melebihi 85 kali per menit tanpa ada alasan yang jelas untuk itu, maka penyebab dari sisi kesehatan sebaiknya diselidiki.
Pada beberapa kasus takikardia melambungkan denyut jantung – hingga melebihi 200 kali per menit – memberikan banyak gejala seperti napas memendek (terengah-engah), nyeri dada, pusing berputar, dan pingsan.
Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, denyut jantung istirahat yang berkisar atau lebih tinggi dari 130 kali per menit dapat melemahkan kemampuan pompa jantung. Perbaikan untuk pelemahan ini bisa terjadi bila Anda mampu mendapatkan denyut jantung istirahat yang normal kembali. Di dalam dunia medis, kondisi ini sering dicapai melalui terapi obat-obatan atau prosedur yang memberikan kejut elektrik pada jantung. Beberapa pasien – terutama di negara-negara maju – diberikan penghancuran target terhadap area kecil pada jaringan jantung di mana aritmia berasal guna membenahi kondisi pasien.
3: Detak jantung istirahat yang normal berkisar antara 60 – 100 kali per menit
Ya memang benar itu adalah rentang normal denyut jantung pada dewasa. Namun semakin mendekati batas atas nilai normal itu berarti semakin besar kemungkinan bagi masalah kesehatan yang serius.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bahkan pada rentang normal sekalipun, nilai detak jantung istirahat yang tinggi dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit iskemik jantung, stroke, dan kematian jantung mendadak.Para peneliti Norwegia baru-baru ini melaporkan bahwa setiap peningkatan 10 denyutan pada detak jantung istirahat per menitnya, risiko kematian akibat suatu serangan jantung meningkat 18% pada perempuan dan 10% pada laki-laki. Penelitian di Jepang baru-baru ini menunjukkan denyut jantung istirahat yang melebihi 80 kali per menit dihubungkan dengan risiko yang lebih besar untuk menjadi kegemukan (obesitas) atau penyakit jantung berpuluh tahun mendatang. Diabetes dan kegemukan adalah dua faktor risiko bagi masalah jantung.
Penelitian-penelitian itu tidak membuktikan bahwa denyut jantung istirahat yang tinggi menyebabkan serangan jantung, obesitas ataupun diabetes. Pun demikian ini adalah sebuah pertimbangan untuk faktor risiko.
Jadi, kira-kira berapa tinggi batasnya untuk dikatakan terlalu tinggi? Sebenarnya tidak ada kesepakatan yang absolut mengenai nilainya, namun sebagian besar dokter setuju bahwa detak jantung istirahat yang berada di ambang batas tinggi tidaklah ideal.
Untuk mengukur denyut nadi anda, tekankan jari telunjuk dan jari tengah di atas pergelangan tangan satunya lagi, tepat di bawah ibu jari. Tekan dengan lembut sampai anda merasakan denyut anda. Hitunglah denyutan selama satu menit penuh, atau mungkin menghitung dalam 30 detik kemudian hasilnya dikalikan dua. Guna mendapatkan denyut jantung istirahat yang tepat, setidaknya duduklah hening selama 10 menit sebelum mulai memeriksa denyut nadi anda.
  4: Detak jantung yang lambat berarti jantung lemah
Beberapa orang mungkin berpikir, atau barangkali bahwa mendengar jika detak jantung istirahat mereka terlalu lambat, maka mereka sedang menghadapi kemungkinan bahwa jantung mereka akan berhenti sama sekali. Namun fakta, hal ini cenderung sebaliknya.
Jantung adalah kumpulan otot, sebagaimana otot-otot lainnya, ia tumbuh menjadi kuat dengan latihan. Semakin kuat otot jantung, maka semakin efesien ia bekerja, memerlukan lebih sedikit detakan guna memompa darah ke seluruh tubuh. Jadi jantung dengan detak jantung istirahat di bawah 60 kali per menit (dikenal sebagai bradikardia) cenderung adalah jantung yang kuat dan sehat. Itulah mengapa atlet yang terlatih sering kali memiliki detak jantung istirahat antara 40 – 60 detak per menit.
Biasanya jika orang-orang memiliki detak jantung istirahat yang lambat tanpa ada gangguan kesehatan yang bermakna, maka hal ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun pada manula, bradikardia (yang bahkan tidak menunjukkan gejala) bisa jadi sebenarnya menandakan masalah jantung. Obat-obatan tertentu seperti penyekat beta dan beberapa obat lainnya juga dapat menyebabkan bradikardia. Kondisi ini jika tidak sehat menimbulkan gejala-gejala seperti lelah, pusing dan pingsan.
  5: Oleh karena detak jantung saya normal, maka tekanan darah saya pastilah normal.
Tidak ada hubungan yang sederhana antara detak jantung (yang diukur melalui denyut nadi dalam denyut/detak per menit) dan tekanan darah (yang diukur dalam milimeter air raksa).
Seseorang bisa saja memiliki detak jantung yang normal, sementara juga memiliki tekanan darah yang tinggi. Begitu pula sebaliknya, mereka yang detak jantung yang tidak normal, bisa saja memiliki tekanan darah yang normal. Olahraga berat secara tajam meningkatkan laju detak jantung anda, namun mungkin hanya meningkatkan tekanan darah secukupnya saja.
Akan bagus jika Anda memiliki detak jantung dan juga tekanan darah yang normal.
Read more »»  

Rabu, 24 April 2013

Penyebab Jantung yang Tidak Disadari

Serangan jantung merupakan hal yang paling menakutkan bagi setiap orang sebab serangan jantung tidak jarang membuat kematian, serangan jantung sendiri memiliki beberapa penyebabnya bahkan hal-hal yang tak terduga juga bisa menjadi penyebab serangan jantung. 
 

Berikut ini adalah 5 penyebab serangan jantung yang sering tidak kita sadari :

1. Gangguan tidur
Kesulitan tidur sepanjang malam menyebabkan resiko serangan jantung 45% lebih tinggi. Jika tidur Anda tidak nyenyak, Anda memiliki resiko serangan jantung 30% lebih tinggi.

Bagi Anda yang tidak terbangun dengan perasaan segar lebih dari seminggu, peneliti menyebutkan resiko serangan jantung sekitar 27%.
Dalam hal ini, terlihat jelas bahwa ada hubungan antara insomnia dan resiko sakit jantung, katanya. Orang dengan pola tidur kurang, akan mengalami tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi menjadi faktor yang cukup tinggi pada serangan jantung.

2. Kerja lebih dari 8 jam
Karyawan kerap bekerja keras melebihi delapan jam sehari demi meraih target. Jika Anda salah satunya, ada baiknya Anda memikirkan ulang cara kerja ini. Karena menurut pendapat para ahli, jam kerja yang panjang akan meningkatkan resiko penyakit jantung hingga 80%.

Menurut para peneliti, orang yang sering lembur mengalami kombinasi stres, tekanan darah tinggi, serta diet tidak sehat. Hal-hal ini akan mengakibatkan masalah jantung lebih dini bagi para karyawan lembur.d

3. Konsumsi makanan laut
Ikan salmon memang baik untuk jantung. Namun ada beberapa jenis makanan laut yang justru jika dikonsumsi akan membahayakan kesehatan jantung. Hal ini karena beberapa jenis makanan laut atau seafood banyak yang sudah terkontaminasi merkuri tingkat tinggi yang justru bisa mengganggu respons tubuh terhadap stres dan meningkatkan resiko penyakit jantung.

4. Kesepian
Merasa sepi dan tak memiliki banyak teman oleh beberapa penelitian selalu dikaitkan dengan mudah terkena serangan jantung. Penelitian di Journal of the American College of Cardiology menunjukkan bahwa perempuan yang depresi punya resiko 2 kali lebih besar untuk mengalami serangan jantung dibandingkan yang sehat secara kejiwaan.

5. Tempat tinggal yang tak ‘sehat’
Penelitian yang dilakukan pada 2001 oleh The New England Journal of Medicine menemukan fakta bahwa orang yang tinggal di lingkungan menengah ke bawah tiga kali lebih berpeluang untuk menderita penyakit jantung dibandingkan mereka yang tinggal di lingkungan menengah ke atas.
Read more »»  

Selasa, 23 April 2013

Penyakit Jantung Menyerang Siapa Saja!



Penyakit Jantung merupakan penyakit yang sangat serius karena penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik tua atau muda, kaya atau miskin, bahkan artis ataupun orang biasa. Siapa sangka beberapa artis yang terbilang cukup muda dan terlihat sehat bugar berikut haruslah mengalami serangan jantung hingga meninggal.

1.       Ricky Johannes (45 tahun)

Presenter bola kondang  yang akrab disapa Ricky Jo, meninggal karena serangan jantung pada tanggal 22 Maret 2013 lalu. Ricky Jo mengalami sesak napas dalam perjalanan menuju Epicentrum, Jakarta Selatan, lalu dilarikan ke rumah sakit MMC. Adapun pemicu terjadinya serangan jantung yang diduga adalah penyumbatan pembuluh darah yang memicu sesak napas dan stress yang berkepanjangan. 


2.       Yopi Beda (37 tahun)

Musisi dan juga presenter sepakbola ini meninggal pada tanggal 11 Desember 2012, setelah sebelumnya sempat mengalami kram di bagian pinggang dan kejang-kejang. Yopie sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bintaro, namun sayang di tengah perjalanan tidak tertolong. Semasa hidupnya, Yopie sangatlah peduli akan kesehatan, ia tidak merokok dan rajin berolahraga. Namun ia mengaku bahwa ia punya bakat sakit jantung karena mengidap darah tinggi.

3.       Ade Namnung (34 tahun)

Setelah mengidap hipertensi yang berakibat gagal jantung, presenter bertubuh tambun, Ade Namnung akhirnya meninggal dunia pada tanggal 31 Januari 2012 siang.


4.       Adjie Massaid (43 tahun)


Salah satu artis Indonesia dan juga anggota DPR RI, Adjie Massaid meninggal karena mengalami serangan jantung pada Februari 2011 lalu. Adjie dikenal dengan gaya hidupnya yang sehat dan rajin mengkonsumsi makanan sehat. Namun ia terkena penyakit jantung dari faktor keluarga (riwayat keluarga). 


Tidak dipungkiri, penyakit jantung memang dapat menyerang siapa saja dan tak mengenal usia, bahkan mereka yang memiliki gaya hidup sehatpun dapat terserang penyakit jantung. Namun, tidak ada salahnya jika kita tetap memiliki pola hidup sehat, rajin mengkonsumsi makanan sehat, rajin berolahraga, dan sering - sering melakukan medical check-up untuk mengetahui kondisi tubuh.

Read more »»  

Senin, 22 April 2013

Olahraga dan Hitung Denyut Jantung


Salah satu manfaat olaraga adalah untuk meningkatkan kardiovaskuler Anda. Dan ini bisa dilihat dari denyut nadi Anda saat berolahraga. Yakni, 50 - 85 persen dari denyut jantung maksimal Anda.

Untuk melihat denyut jantung maksimal Anda, kurangi angka 220 dari usia Anda. Misalnya, usia Anda 40 tahun. Maka denyut jantung yang Anda butuhkan saat berolahraga adalah 180 (220-40).
 
Ada beberapa alat latihan yang dilengkapi dengan pemindai denyut jantung. Sebelum melakukan latihan, Anda hanya perlu menyalakan alat dan mengisi usia Anda. Nanti pada layar akan tercantum berapa denyut jantung maksimun yang Anda butuhkan. Alat juga akan memberitahukan jika latihan Anda berhasil atau tidak.
 
Namun jika Anda berolahraga tanpa menggunakan alat atau alat yang Anda gunakan tidak difasilitasi pemindai denyut jantung, Anda bisa mengeceknya secara manual.
 
Caranya, tempelkan dua jari Anda (telunjuk dan tengah) pada arteri di pergelangan tangan atau sisi leher Anda. Hitunglah jumlah ketukan nadi atau denyut jantung dalam satu menit. Itu adalah detak jantung normal Anda (sebelum berolahraga).
 
Ulangi penghitungan di tengah sesi latihan atau tak lama setelah latihan selesai untuk mengetahui hasil yang Anda butuhkan.

Read more »»  

Minggu, 21 April 2013

Vitamin Penyelamat Jantung Anda


Untuk menjaga kesehatan jantung, latihan fisik saja tidak cukup, bila tidak didukung oleh asupan gizi yang cukup.Karenanya, Anda perlu mengetahui vitamin apa saja yang dapat menjaga kesehatan jantung seperti dilansir Boldsky.
Vitamin B
Kandungan suplemen vitamin B seperti asam folat, vitamin B6 dan B12, secara tidak langsung mengurangi risiko serangan jantung. Darah sendiri memiliki asam amino yang disebut homosistein yang dapat mengurangi aliran darah melalui pembuluh darah, dan menginduksi sel yang menggumpal. Kondisi ini pada gilirannya dapat menciptakan sumbatan dalam arteri dan vena yang dampaknya bisa memicu serangan jantung. Oleh karena itu, vitamin B sangat diperlukan untuk membantu mengurangi kadar homosistein dalam darah.
Vitamin E
Vitamin E dapat mengurangi risiko penyakit jantung sebesar 40 persen. Vitamin E banyak ditemukan dalam bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, merica, minyak zaitun, jagung, dan masih banyak lagi. Suplemen ini bertindak sebagai antioksidan dan melindungi darah dari timbunan lemak. Nutrisi ini akan menurunkan kolesterol jahat dan membantu menjaga kolesterol baik, sehingga menghindari gumpalan lemak dalam arteri dan menyebabkan aliran darah yang lancar.
Kalsium (Vitamin D) dan Magnesium
Kalsium (Vitamin D) dan magnesium membantu menjaga kesehatan jantung dan mengatur denyut jantung tetap stabil. CoQ10 atau Coenzyme Q10 membantu mempertahankan tekanan darah dan membuat jantung sehat.
Asam Lemak Omega-3
Ikan seperti salmon, mackerel, sarden, dan tuna, memiliki banyak asam lemak omega-3. EPA dan DHA mengurangi risiko penyakit jantung dan pasien dengan penyakit jantung disarankan untuk mengonsumsi suplemen yang sehat secara teratur. Pasien dengan trigliserida tinggi juga dapat mengonsumsi asam lemak omega-3 untuk menjaga kesehatan jantung.
Untuk menjaga kesehatan jantung, Anda tidak hanya perlu mengonsumsi cukup vitamin dan mineral, tetapi juga harus secara aktif terlibat dalam kegiatan fisik seperti latihan naik dan turun tangga, yoga, meditasi dan pernapasan. Semua latihan fisik tersebut dapat mengurangi penumpukan kolesterol dan lemak dalam tubuh.
Read more »»